sajak
berguguran, sajak bertumbuhan, serupa cinta
 |
| Sebuah
taman, bayangan hujan, diriku adalah payung, dilupakan kenangan. Dirimu adalah
bangku kayu, jemu menunggu |
 |
| Kau memberiku kabar yang tak henti, tiap detik yang ku lewti, namun kau memberinya sebuah pertemuan, diam-diam |
 |
| Cinta
adalah secangkir kopi, di antara kita, yang tak satu pun berani memulai
mengaduknya |
 |
| sebab
tanpamu, cinta, adalah perahu yang membawaku pada laut gila, ombak raksasa.
cuma, tak ada yang menjerit di sana |
 |
|
Sebab
cinta yang kau sembunyikan. Ialah cangkir kopi tanpa pegangan
|
 |
|
Aku
ingin jatuh ke matamu, lebih dalam dan diam, juga lebih dari sekedar hujan
|
0 komentar:
Posting Komentar