kemarin,
kau ucapkan kata pisah, seiring dengan kelulusanmu, meninggalkan masa putih
abu-abu, meninggalkan kamar sesak penuh buku.
hari
yang sepi, bahkan tak kudapati sekelebat bayangan pun disini. aku melongok
keluar, mengintip melalui kaca jendela yang penuh debu, rasanya seperti melihat
kalian disana, bermain dengan setrika, duduk manis menonton TV sambil
memiringkan kepala dan menikmati es teh, seseorang tengah sibuk duduk bergumul
dengan ember penuh air dan busa sabun, namun ketika aku melangkah melewati
pintu, aku melihat semuanya hampa, tak ada apa-apa.
apa kau masih ingat gelak canda tawa, entah kapan itu, yang terdengar merdu, di sertai isak tangis menonton film sendu romantis,? ada pula keluh kesah kehilangan yang berulang,, apa kau masih ingat tentang malam-malam suram tragedi pintu dapur,? aku kira kau gila, membuang kunci tak bersalah, namun itulah masa muda, dan aku menyukainya.
apa kau masih ingat gelak canda tawa, entah kapan itu, yang terdengar merdu, di sertai isak tangis menonton film sendu romantis,? ada pula keluh kesah kehilangan yang berulang,, apa kau masih ingat tentang malam-malam suram tragedi pintu dapur,? aku kira kau gila, membuang kunci tak bersalah, namun itulah masa muda, dan aku menyukainya.
tapi
itu dulu, bertahun-tahun lalu, yang sekarang hanya menjadi kenangan

0 komentar:
Posting Komentar